padi

Nah mumpung ada tempat “ngoceh”, sekarang gw mau merangkum sedikit pikiran dalam ocehan ini.

Ilmu padi, mungkin kita dari kecil (SD) sampai sekarang sering mendengarnya, bahkan mungkin mengajarkannya kepada orang-orang yang kita pedulikan. Klo gak salah gini bunyi-nya (copas dari wikipedia, soalnya gw rada lupa 🙂 ):

Bagaikan padi, semakin masak semakin merunduk.

Maksud dari filosofi ini adalah bahwa kita tidak boleh sombong, harus selalu “merunduk”, selalu mau belajar dan memperbaiki diri, karena pasti masih ada orang yang jauh lebih baik dari diri kita ( dalam hal apapun ).

Namun perlu berhati-hati juga, jangan sampai kita salah “memahami” dan sampai secara tidak sadar kita “selalu merunduk”. Ingat, ketika padi sudah siap panen, PADI AKAN DITEBAS, LALU DIGILING. Nah, dalam hidup manusia ini, ada kala-nya orang memperlakukan orang lain bagaikan padi, ditanam, dirawat, namun bila saatnya sudah tiba, ia akan ditebas, digiling, lalu dimakan. Tidak semua orang memperlalukan dan diperlakukan seperti itu sih,..

Nah, kalau kata orang-orang hebat disekitar gw, jadilah seperti BTS (pemancar sinyal), klo boleh gw sedikit ngubah dikit, jadilah seperti PEMANCAR TELEKOMUNIKASI, semakin Anda besar, semakin kokoh Anda, semakin luas jangkauan Anda, semakin berguna Anda untuk banyak orang. Lalu, ketika terjadi sesuatu pada PEMANCAR tersebut, orang-orang yang berada dalam jangkauan Anda akan mengalami dampaknya, tidak mampu berkomunikasilah, jadi tidak produktiflah, jadi tidak dapat berbuat kebaikanlah.. BAYANGKAN KALAU ADA YANG MAU MENJATUHKAN SEBUAH BTS, apa yang harus dia lakukan, dan apa yang akan terjadi pada jaringan dalam jangkauan Anda?

Untuk PEMANCAR TELEKOMUNIKASI yang sangat hebat, sangat canggih, adalah satelit. Satelit “tidak dapat dilihat” oleh orang yang belum mengerti, namun satelit tetap memberikan manfaat untuk orang tersebut. Satelit tidak perlu kaki-kaki besi yang dapat dipotong, satelit jauh lebih tinggi, satelit memiliki jangkauan yang lebih luas, dan satelit memberikan manfaat lebih serta jauh lebih sulit dijatuhkan.

Lalu boleh sedikit ngoceh lagi, menurut gw juga, JANGAN SEPERTI BAMBU. Iya, Pohon bambu itu tinggi, pohon bambu memberikan manfaat, tetapi perlu dipikirkan juga, POHON BAMBU itu kosong didalam, dimana angin bertiup dia mengikuti arah angin, DAN MUDAH DITEBANG,..

Nah, pilih mana?
heheheee,..

Tetapi perlu diingat, benar bila ada yang bilang,

DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT,

Jadi HARUS SELALU RENDAH HATI, SELALU MAU BELAJAR. Kalau paham sama ilmu-nya sampaikan, ajarkan yang mau menemani Anda mempelajarinya, atau paling tidak yang mau mempelajarinya, JANGAN MEMBIARKAN ORANG LAIN TERSESAT, tetapi kalau tidak paham, JANGAN MENJADI PENYEBAB ORANG LAIN TERSESAT.

 

Sebagai penutup, ini cuma ocehan gw aja,cuma merangkum apa yang gw dengar, apa yang terlintas dipikiran gw dan sebagai pengingat diri gw sendiri sih, kalau memang ada yang lebih tau, mohon saya dikoreksi. 🙂

Dan hanya Dia Yang Mengetahui Jawaban Semua Misteri Alam Semesta yang mampu membuat perumpamaan paling baik dan paling indah. Semoga memberi manfaat.

🙂