networking

Nah, setelah sebelumnya tutorial cara auto connect wifi dengan raspberry pi yang dapat dilihat di http://risdiyanto.com/2016/10/02/raspberry-pi-auto-connect-wifi/, sekarang cara auto connect wifi dengan IP Statis.

Caranya:
1. Login raspberry pi sebagai root
2. Buka file konfigurasi networking:

nano /etc/networking/interfaces/

3. Tambahkan konfigurasi IP Statis, setelah wpa-conf /home/pi/wpa_config.conf

address 192.168.11.40
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.11.1

3. Simpan file tersebut tekan ctrl+x
4. Restart networking:

/etc/init.d/networking restart

5. Cek dengan ifconfig wlan0

Udah, gitu doang
🙂

Berikut Merupakan langkah-langkah agar raspberry pi dengan os raspbian dapat langsung terhubung dengan jaringan wifi dengan proteksi wpa secara otomatis saat booting.
Langkah ini dapat diterapkan juga pada debian dan keturunannya.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Login ke raspberry pi
2. Masuk sebagai root dengan perintah sudo su
3. Ubah hak akses /etc/network/interfaces menjadi 600 dengan perintah

chmod 600 /etc/network/interfaces

4. Generate wpa passphrase dan simpan ke file.

wpa_passphrase nama_ssid password >> /home/pi/wpa_config.conf

5. Ubah hak akses tersebut menjadi 777

chmod 777 /home/pi/wpa_config.conf

6. Ubah konfigurasi /etc/netwok/interfaces

nano /etc/network/interfaces

7. Beri tanda # pada konfigurasi terkait wlan0 dan wlan1
8. Tambahkan baris baru seperti dibawah ini

auto wlan0
     iface wlan0 inet dhcp
     wpa-conf /home/pi/wpa_config.conf

9. Restart raspberry pi
10. Login, lalu cek dengan perintah ifconfig

Tutorial dalam bentuk video dapat dilihat di bawah ini

Tutorial lebih lanjut dapat dilihat di situs resmi debian
https://wiki.debian.org/WiFi/HowToUse#WPA-PSK_and_WPA2-PSK

Selamat Mencoba

nohup merupakan salah satu fasilitas yang dapat kita gunakan ketika menjalankan proses yang lama pada server yang kita remote(ssh). Dengan nohup proses yang sedang berjalan dan membutuhkan waktu lama akan tetap berjalan walaupun kita telah keluar (logout) dari server yang kita remote, atau ketika terjadi error broken pipe.
Cara menjalankan nohup adalah ( dengan asumsi telah login d server remote):

  1. ketik:
  2. nohup perintah_yang_ingin_dijalankan &
  3. tekan enter

Berikut ini merupakan contoh menggunakan nohup ketika mengkompres folder:

  1. nohup tar -cjvf webaplikasi.tar.bz2 webaplikasi &
  2. tekan enter
  3. setelah itu kita bisa logout dari server remote

Lalu untuk mengecek apakah proses tersebut masih berjalan atau tidak:

  1. setelah keluar, login kembali ke dalam server remote tersebut
  2. ketik ps ax | grep perintah_yang_dijalankan
  3. misal ps ax|grep tar
  4. bila hasilnya menyerupai:
  5. 10072 pts/0 S 0:00 tar -cjvf webaplikasi.tar.bz2 webaplikasi
  6. maka proses masih berjalan dan silahkan tunggu sampai selesai

😀

Nah kalo yang ini lumayan, buat hemat bandwith. Kadang juga bikin cepet kalo di proxy udah ada, gak perlu jauh-jauh ngambil dari internet. Gini caranya:

  1. Buka terminal
  2. Login sebagai root:
    1. Ketik su
    2. Tekan enter
  3. Buka atau buat file /etc/apt/apt.conf dengan text editor kesukaan Anda:D
  4. Dari terminal, ketik geany /etc/apt/apt.conf (saya senang menggunakan geany)
  5. Tekan enter
  6. Misal Acquire::http::Proxy “http://localhost:3128“;
    1. Ketik Acquire::http::Proxy “http://proxy_server:port_proxy”;
  7. Simpan file /etc/apt/apt.conf tersebut
  8. Selesai. Dan silahkan dicoba. Untuk mengetahui apakah apt sudah lewat proxy, ketik tailf /var/log/squid3/access.log sambil menjalankan apt-get update, bila di tailf, ada perubahan, maka APT sudah berjalan lewat proxy.

(APT kalo gak salah cuma ada di debian linux dan keturunannya:D)

Virtual Host merupakan salah satu metode untuk “memisahkan” website, baik itu pada localhost maupun website yang dapat diakses melalui internet. Dengan metode ini kita dapat “memisahkan” website dengan menggunakan ServerName yang berbeda. Berikut merupakan cara membuat virtual host pada debian, mungkin jg bs dipake d turunannya.
😀

  1. cp -v /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/namafile
  2. edit file /etc/apache2/sites-available/insada
    1. ganti DocumentRoot dengan DocumentRoot yg ingin dipakai.Misal:
    2. DocumentRoot /var/www/ menjadi DocumentRoot /var/www/demo
    3. tambah ServerName insada.localhost setelah ServerAdmin webmaster@localhost
    4. simpan
  3. a2ensite namafile
  4. edit file /etc/hosts
    1. tambahkan
    2. IP <spasi> ServerName yg dipake. Misal:
    3. 127.0.0.1 insada.localhost
    4. simpan
  5. restart apache2

Mudah-mudahan berhasil:D
<tested on debian 6>