network

Sekarang installasi snmpd dan cacti, tujuannya adalah untuk memonitor resource yang digunakan pada raspberry.

Dengan Asumsi sudah login sebagai root, berikut caranya
1. Update index software dari repo

apt-get update

2. Install snmp dan snmpd

apt-get install snmp snmpd

3. Tunggu sampai selesai, lalu konfigurasi snmpd dengan membuka file /etc/snmp/snmpd.conf dengan perintal

nano /etc/snmp/snmpd.conf

4. Comment

agentAddress  udp:127.0.0.1:161

menjadi

#agentAddress  udp:127.0.0.1:161

5. Tambahkan view

view   all         included   .1                80

dibawah

view   systemonly  included   .1.3.6.1.2.1.25.1

6. Beri Comment

rocommunity public  default    -V systemonly

menjadi

#rocommunity public  default    -V systemonly

7. Tambahkan

rocommunity public default    -V all

dibawah

#rocommunity public  default    -V systemonly

8. Restart snmpd dengan perintah

/etc/init.d/snmpd restart

9. Cek snmp dengan perintah

snmpwalk -v 2c -c public -O e 127.0.0.1

10.Install cacti dengan perintah

apt-get install cacti

11.Pada “Configure database for cacti with dbconfig-common?” pilih Yes
12.Bila ada permintaan password “database administrative user” masukkan password root untuk MySQL
13.Lalu pada permintaan password “MySQL application password for cacti” masukkan password baru untuk database cacti
14.Ulangi password baru tersebut pada Password Confirmation, lalu tekan enter
15.Cek IP dengan perintah “ifconfig”
16.Buka http://ip/cacti/ dengan browser, dimana ip merupakan ip yang didapat dari ifconfig tadi
17.Untuk pertama kali, akan dimulai dengan setup wizard, pilih “next”
18.Pilih “New Install” lalu klik “next”
19.Lalu pilih “Finish”
20.Pada halaman login, login dengan user dan password default, yaitu user:admin dan password:admin
21.Masukan password dan confirm password yang baru, lalu klik save
22.Pilih Device->Localhost
23.Setelah itu pada bagian “SNMP Options -> SNMP Version” pilih “Version 2”
24.Lalu Pada “Availibility/Reachability Options -> Downed Device Detection” pilih “Ping and SNMP Uptime”
25.Pada bagian “Associated Data Queries”, pada “Add Data Query” pilih “SNMP – Get Mounted Partitions” lalu klik “Add”
26.Pada bagian “Associated Data Queries”, pada “Add Data Query” pilih “SNMP – Get Processor Information” lalu klik “Add”
27.Pada bagian “Associated Data Queries”, pada “Add Data Query” pilih “SNMP – Interface Statistics” lalu klik “Add”
28.Bila ingin melihat proses query-nya klik “verbose query”
29.Lalu pada bagian paling bawah klik “save”
30.Setelah itu klik “Create Graphs for this Host”
31.Pilih Data Query untuk Graph baru yang ingin dibuat
32.Lalu klik “Create”
33.Pada Pilihan “Legend Color”, klik saja “Create”
34.Pilih “Graphs”
35.Tunggu kira-kira 15 menit lalu refresh untuk melihat hasilnya.

Udah gitu aja,
Semoga Berhasil:)

 

Berikut Merupakan langkah-langkah agar raspberry pi dengan os raspbian dapat langsung terhubung dengan jaringan wifi dengan proteksi wpa secara otomatis saat booting.
Langkah ini dapat diterapkan juga pada debian dan keturunannya.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Login ke raspberry pi
2. Masuk sebagai root dengan perintah sudo su
3. Ubah hak akses /etc/network/interfaces menjadi 600 dengan perintah

chmod 600 /etc/network/interfaces

4. Generate wpa passphrase dan simpan ke file.

wpa_passphrase nama_ssid password >> /home/pi/wpa_config.conf

5. Ubah hak akses tersebut menjadi 777

chmod 777 /home/pi/wpa_config.conf

6. Ubah konfigurasi /etc/netwok/interfaces

nano /etc/network/interfaces

7. Beri tanda # pada konfigurasi terkait wlan0 dan wlan1
8. Tambahkan baris baru seperti dibawah ini

auto wlan0
     iface wlan0 inet dhcp
     wpa-conf /home/pi/wpa_config.conf

9. Restart raspberry pi
10. Login, lalu cek dengan perintah ifconfig

Tutorial dalam bentuk video dapat dilihat di bawah ini

Tutorial lebih lanjut dapat dilihat di situs resmi debian
https://wiki.debian.org/WiFi/HowToUse#WPA-PSK_and_WPA2-PSK

Selamat Mencoba

Nah kalo yang ini lumayan, buat hemat bandwith. Kadang juga bikin cepet kalo di proxy udah ada, gak perlu jauh-jauh ngambil dari internet. Gini caranya:

  1. Buka terminal
  2. Login sebagai root:
    1. Ketik su
    2. Tekan enter
  3. Buka atau buat file /etc/apt/apt.conf dengan text editor kesukaan Anda:D
  4. Dari terminal, ketik geany /etc/apt/apt.conf (saya senang menggunakan geany)
  5. Tekan enter
  6. Misal Acquire::http::Proxy “http://localhost:3128“;
    1. Ketik Acquire::http::Proxy “http://proxy_server:port_proxy”;
  7. Simpan file /etc/apt/apt.conf tersebut
  8. Selesai. Dan silahkan dicoba. Untuk mengetahui apakah apt sudah lewat proxy, ketik tailf /var/log/squid3/access.log sambil menjalankan apt-get update, bila di tailf, ada perubahan, maka APT sudah berjalan lewat proxy.

(APT kalo gak salah cuma ada di debian linux dan keturunannya:D)